PEMUDA DAN SOSIAL
Pengertian Pemuda
Pemuda
adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan
pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi
pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat
beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan.
Secara
hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu
manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya
perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil
baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15
tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Pemuda
dalam artian lain adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam
harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang harus mengisi dan
melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
Potensi-potensi
yang dimiliki para pemuda antara lain:
a. Idealis dan daya kritis : secara
sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, maka ia dapat
melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari
gagasan baru.
b. Dinamika dan kreatifitas.
c. Keberanian mengambil resiko
d. Optimis dan kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan
kesatuan.
h. Patriotismedan nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi.
Masalah
potensi generasi muda antara lain:
*
Menurunnya jiwa idealisme,patriotisme dan nasionalisme
*
Kurang pastinya masa depan yang akan dihadapi
*
Belum seimbangnya generasi muda dgn jumlah fasilitas pendidikan
*
Kurangnya lapangan pekerjaan
*
Kurangnya gizi
*
Banyak perkawinan dibawah umur
*
Pergaulan bebas
*
Meningkatnya kenakalan remaja
*
Belum adanya peraturan tentang generasi muda.
Pemuda
merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan
kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran
pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan,
peran pemuda yang menolak kekeuasaan. Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam
kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran
pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat
dan negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah
masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan
anak-anak. Dengan penuh harapan moga pemuda-pemudi dan generasi penerus harapan
bangsa dapat menjelma menjadi sukarno-sukarno masa depan dengan samangat juang
yang tinggi.
Pengertian
Sosialisasi
Pengertian
sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan
mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya
menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana
seseorang menghayati (mendarahdagingkan – internalize) norma-norma kelompok di
mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan
tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.
Sosialisasi
adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian
diri,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik
sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.Ada beberapa hal yang perlu
kiya ketahui dalam sosialisasi,antara lain: Proses Sosialisasi, Media
Sosialisasi
Proses
sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia
bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari proses
tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan
hidupnya.
Sosialisasi
Pemuda
Melalui
proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwanai cara berfikir dan
kebiasan-kebiasaan hidupnya, dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat
diramalkan, dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia
mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kebudayaan,
dari keadaan tidak atau belum.
Proses
sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial
yang bersangkutan, berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan
norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada
soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya, oleh
karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang,
kedirian (Self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap
diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya, kesadaran
terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “AKU” Atau “SAYA” sebagai
kedirian subyektif yang sulit dipelajari.
Dalam
proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan
mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh
penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam
meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosialBertitik tolak dari
pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam
lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau
informal untuk berperan sebagai mahluk sosial.
Nama : Muhamad Rafi Ferdiansyah
NPM : 53419914
Kelas : 1IA06
Sumber :


Komentar
Posting Komentar