Kebiasaan Norma dan Nilai terhadap Masyarakat


Kebiasaan Norma dan Nilai terhadap Masyarakat 



Pengertian Norma 
Secara etimologi, kata norma berasal dari bahasa Belanda, yaitu “norm” yang artinya patokan, pokok kaidah, atau pedoman. Namun beberapa orang mengatakan bahwa istilah norma berasal dari bahasa latin, “mos” yang artinya kebiasaan, tata kelakuan, atau adat istiadat. 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) norma/nor·ma/ merupakan aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima. Setiap warga masyarakat harus menaati yang berlaku, aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu. 

Ada macam macam norma yang ada dalam tatanan masyarakat Indonesia. Berikut macam macam norma: 
1. Norma agama 
Sila pertama yang tertulis dalam Pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” yang berarti setiap warga negara Indonesia bebas menganut agama dan menjalankan ibadah yang sesuai dengan ajaran agamanya, bertoleransi serta menghormati satu sama lain. 
Macam macam norma yang harus dipatuhi oleh masyarakat ada norma agama yang harus ditaati bagi penganutnya sesuai kepercayaan masing-masing. Norma agama merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang berasal dari Tuhan yang Maha Asa. Norma ini bersifat dogmatis, tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambah. 
Macam macam norma ini memiliki sanksi bagi pelanggarnya.  Dalam norma agama memiliki sanksi atau hukuman. Sanksi dalam norma agama tidak langsung diberikan saat itu juga, namun sanksi atau hukaman dalam norma agama didapati setelah manusia meninggal dunia yaitu berupa siksa neraka. Contoh norma agama seperti mengerjakan ibadah shalat 5 waktu bagi umat Islam, menghormati kedua orang tua berbuat baik kepada sesame serta menjauhi larangan-larangan yang dianjurkan agama. 

2. Norma hukum 
Macam macam norma yang harus ditaati  yang kedua yaitu norma hukum. Norma hukum adalah peraturan hidup yang dibuat oleh lembaga kekuasaan negara yang bertujuan mewujudkan ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat untuk menciptakan keadilan dan kepastian hukum sehingga bisa melindungi kepentingan orang lain misalnya berkaitan dengan jiwa, badan,kehormatan dan kekayaan harta benda. 
Macam macam norma ini hadir karena memilik mamfaat dan kegunanan. Dengan adanya norma hukum akan tercipta tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang tertib, aman, rukun, dan damai. Masyarakat yang taat norma bisa menciptakan kehidupan yang adil. Bagi para pelaku yang melanggar akan dikenai sanksi berupa kurungan penjara atau denda yang dipaksakan oleh pemerintah yang berwenang. Contohnya kewajiban harus membayar pajak atau menanti dalam berlalu lintas serta banyak norma hukum lainnya. 

3. Norma susila 
Macam macam norma yang harus kamu pahami selanjutnya ada namanya norma susila atau kesusilaan. Norma susila adalah peraturan hidup yang bersumber dari hati nurani manusia. Norma ini menentukan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai kabaikan yang ada dalam diri masing masing orang. Dengan adanya norma susila ini akan mendorong manusia untuk berbuat baik serta mencegah manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk. 
Macam macam norma dibuat untuk tujuan yang baik. Salah satunya norma susila yang menata tindakan manusia dalam pergaulan sosial sehari-hari, seperti pergaulan antara pria dan wanita. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan tutur kata sikap dan perilaku setiap individu melalui teguran hati nuraninya sendiri. Contoh norma susila seperti mempunyai sikap jujur dan adil dalam masyarakat, tidak menfitnah orang lain atau selalu menolong orang lain. 

4. Norma kesopanan 
Macam macam norma yang harus kamu pahami selanjutnya adalah norma kesopanan yang biasa disebut dengan norma sopan santun, tata krama, atau adat istiadat. Norma kesopanan yang khas dan aktual akan berbeda antara masyarakat satu dengan yang lainnya kerana Indonesia memilki beragam suku budaya masing-masing. 
Namun, dalam macam macam norma yang ada, norma kesopanan adalah ketentuan hidup yang bersumber dari pergaulan masyarakat. Norma ini didasari oleh beberapa hal di antaranya, yaitu kebiasaan, kepatutan, kepantasan yang berlaku dalam masyarakat. Norma inilah yang mengatur pergaulan dengan orang lain. Beberapa contoh peraturan tak tertulis tersebut antara lain memakai pakaian yang sopan saat menghadiri acara formal atau sekolah, tidak boleh meludah di depan orang lain dan sebagainya. 

Pengertian Nilai 
Sebenarnya secara umum pengertian nilai bisa diartikan sebagai suatu gagasan terkait apa yang dianggap baik, indah, layak, dan juga dikehendaki oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan. Lebih dari itu, bahkan nilai dapat menjadi cerminan serta gambaran akan hidup dan tatanan masyarakat  yang saling membantu keteraturan sosialnya. 
Menurut Soerjono Soekanto, nilai merupakan konsepsi abstrak yang ada di diri manusia, hal ini dikarenakan nilai dapat dianggap baik dan dapat pula dianggap jelek.  
Nilai yang baik selalu menjadi simbol kehidupan yang bisa mendorong integritas sosial sedangkan nilai buruk akan memberikan dampak yang kurang diinginkan dan di senangi dalam hal ini seperti hal dampak yang terjadi pada konflik. 
Berdasarkan pengertian nilai tersebut diatas, terdapat beberapa pandangan tentang nilai.  
Nilai Bersifat Objekstif 
Pandangan ini menganggap bahwa nilai suatu objek itu sangat melekat pada objeknya dan tidak tergantung pada subjek yang menilai. Maksudnya setiap objek itu memiliki nilainya sendiri, meskipun tidak diberi nilai oleh seseorang/subjek, misalnya pemandangan proses terbenamnya matahari pada waktu sore itu sesuatu yang indah. Siapapun jika melihatnya penilaiannya akan sama yaitu pemandangan proses terbenamnya matahari itu indah. 
Nilai Itu Bersifat Subjektif 
Pandangan ini beranggapan bahwa nilai dari sesuatu itu tergantung pada orang/subjek yang menilainya suatu objek yang sama bisa memiliki nilai yang berbeda bahkan bertentangan bagi orang yang satu dengan orang yang lain. Suatu objek yang sama bisa dinilai baik atau buruk, benar atau salah serta berguna atau tidak berguna tergantung pada subjek yang menilainya misalnya seseorang menilai bahwa wanita yang memiliki rambut panjang itu cantik dan menarik. Bagi orang lain mungkin akan menilai bahwa wanita yang memilik rambut panjang itu tidak cantik dan tidak menarik. 
  
Jenis-Jenis Nilai 
Dalam kehidupan bersama di dalam masyarkat terdapat jenis-jenis nilai yang anut dan diyakini manusia, baik secara pribadai maupun kelompok. Nilai-nilai yang hidup dimasyarkat dapat dibedakan menurut tujuan penilaian, proses terbentuknya dan sumbernya. Ditinjau dari tujuan penilaiannya, nilai bisa dibedakan menjadi empat jenis. 
Nilai Etika 
Nilai etika ialah nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh, misalnya kejujuran. Nilai tersebut sangat berhubungan dengan akhlak, nilai ini juga berkaitan dengan benar dan salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat. Nilai etik etis sering disebut sebagai nilai moral, akhlak atau budi pekerti. 
Nilai Estetika 
Nilai estetika ada bila tujuan penilaian untuk menentukan keindahan yakni berhubungan dengan hal-hal yang bagus atau jelek. Nilai estetika atau nilai keindahan sering dikaitan dengan benda, orang dan peristiwa yang bisa menyenangkan hati ( perasaan ). Nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni. Walaupun sebenarnya semua terciptaan Tuhan juga mempunyai keindahan alami yang tidak tertandingi keindahan juga dikaitkan dengan sifat atau perangai manusia seperti tindak-tanduk dan tutur kata seseorang itu indah. Misalnya dari nilai keindahan yang memiliki manusia ialah suaru merdu dari seorang penyanyi. Keindahan perangai manusia bisa kita lihat pada saat seseorang sedang melakukan pembacaan puisi atau performance art. Perangkai dan geraj tubuh yang ditimbulkan mengandung estetika tersendiri. Walaupun nilai estetika tersebut merupakan pandangan subjektif dari penikmat seni. 
Nilai Agama 
Dalam nilai agama berkaitan dengan menilai hubungan manusia dengan tuhan, kaitannya dengan pelaksaan perintah dan larangan-nya. Nilai agama berkaitan dengan ajaran Tuhan Yang Maha Esa dalam agama-agama. Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Nilai Sosial 
Penilaian untuk menentukan kualitas hubungan antar manusia dalam pergaulan hidupnya maka akan terwujud nilai sosial. Nilai ini berkaitan dengan perhatian dan perlakuan kita terhadap sesama manusia di lingkungan kita. Nilai ini tewujud karena manusia sebagai makhluk sosial. Manusia harus menjaga hubungan diantara sesamanya, hubungan ini akan menciptakan sebuah keharmonisan dan sikap saling membantu. Kepedulian terhadap persoalan lingkungan seperti kagiatan gotong royong dan menjaga keserasian hidup bertetangga, merupakan contoh nilai sosial. 
  
Berikut ini berdasarkan proses terbentuknya nilai dapat diklasifikasikan menjadi 6 jenis. 
Nilai Teori 
Kegiatan untuk mengetahui identitas benda serta kejadian yang ada disekitarnya akan melahirkan nilai teori. Teori ini muncul dengan diawali dari fenomena yang telah terjadi, kemudian dilakukan sebuah pengamatan. Setelah itu lahirlah sebuah saripala yang selanjutnya dimodifikasi dalam bentuk ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui identitas makhluk hidup maka hasilnya ialah pengetahuan tentang khazanah makhluk hidup, misalnya kehidupan flora dan fauna. Kegiatan untuk mengetahui satu kejadian misalnya gempa bumi, banjir, tsunami dan sebagainya akan melahirkan nilai teori seperti ilmu pengetahuan bumi, geografi, geofisika, ekologi dan sebagainya. 
Nilai Ekonomi 
Kegiatan untuk menilai kegunaan benda-benda untuk memenuhi kebutuhan akan melahirkan nilai ekonomi. Nilai ekonomi berkaitan dengan ketersediaan, kecukupan sarana pemenuhan kebutuhan hidup, seperti ketersediaan makanan, minuman, pakaian, rumah, sarana kesehatan dan sarana pendidikan untuk memenuhi kebutuhan dasar ( primer ). Di dalam hal ini ketersedian dan ketercukupan makanan. Minuman, pakaian, rumah, sarana kesehatan dan sarana pendidikan memiliki nilai ekonomi yang mendasar. 
Nilai Religi 
Saat manusia ingin melihat wujud rahasia kehidupan dan alam semesta maka lahir nilai agama/nilai religi. 
Nilai Estetis 
Nilai ini terbentuk apabila manusia memahami yang indah melalui intuisi dan imajinasinya. 
Nilai Sosial 
Nilai sosial ini terbentuk bila orientasi ( arah ) penilaian tertuju pada hubungan antar manusia yang menekankan padaa segi-segi kemanusian yang luhur. 
Nilai Politik 
Bila yujuan penilaian berpusat pada kekuasaan dan pengaruh yang terdapat dalam kehidupan masyarkat akan berbentuk nilai politik, bila ada orang memengaruhi orang lain untuk mendukung atau menolak keputusan pemerintah atau penguasa, ia telah menerapkan nilai politik yang diyakini atau dianutnya. 
  
Menurut Prof.Dr. Notonegoro, S.H. Nilai terbagi menjadi 3 jenis. 
Nilai material 
Merupakan segala yang bersumber dari materi ( kebendaan ) dan biasanya berguna bagi unsur jasmani manusia. 
Nilai vital 
Sesuatu yang bersumber dari sesuatu yang vital ( memiliki daya atau tenaga ) dan berguna untuk melakukan aktivitas. Nilai vital contohnya kesehatan, kesehatan sangat vital dalam kehidupan manusia. Kalau orang sakit atau kesehatannya terganggu, ia tidak akan bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari. 
Nilai Rohaniah 
Segala sesuatu yang bersumber dari jiwa manusia dan berguna bagi kepentingan rohani manusia. 
Nilai rohaniah dapat dirinci lagi menjadi 4 jenis yaitu : 
1. Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur rasio ( pikiran ) 
2. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa. 
3. Nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak 
4. Dan Nilai religi yang bersumber pada keyakinan dan keimanan pada Tuhan. 

Jenis-jenis nilai menurut Walter G. Everee ialah sebagai berikut. 
Nilai-nilai Ekonomis ( Economic Values ) 
Nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. Nilai-nilai ini ditunjukkan dengan harga pasar yang meliputi semua benda yang dapat dibeli. 
Nilai-nilai Rekreasi ( Recreation Values ) 
Yang meliputi nilai-nilai keindahan alam dan permainan pada waktu senggang, sepanjang bisa memperkaya kehidupan dan kesegaran jasmani maupun rohani. 
Nilai-nilai Perserikatan ( Association Values ) 
Yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dari persahabatan, kehidupan keluarga, kehidupan desa, bangsa hingga perserikatan tingkat internasional. 
Nilai-nilai Kejasmanian ( Bodily Values ) 
Yang meliputu hal-hal yang bersangkutan dengan pemeliharaan kesehatan, efisiensi dan keindahan kehidupan jasmani. 
Nilai-nilai Intelektual ( Intelectual Values ) 
Yeng meliputi nilai-nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran. 
Nilai-nilai Watak ( Character Values ) 
Yang meliputi seluruh tantangan dan kesalehan pribadi dan sosial, termasuk keadilan, kesedian menolong, kontrol diri dan cinta kebenaran. 
  
Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubunga, dari kedua konsep tersebut bisa disimpulkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang paling dasar, sesuatu yang bersifat hakiki, esensi intisari atau makna yang terdalam. Nilai itu merupakan sesuatu yang abstrak yang berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan dan hal-hal yang bersifat idela. Agar hal-hal yang bersifat abstrak itu menjadi konkret dan apa yang menjadi harapan itu menjadi kenyataan, diperlukan rumusan yang lebih konkret. Rumusan yang lebih konkret dari nilai itu berwujud norma. 

Norma yang berisi perintah atau laranga itu didasarkan pada suatu nilai yang dihargai atau dijunjung tinggi, karena dianggap baik, benar atau bermanfaat bagi umat manusia atau lingkungan masyarakat tertentu. Dengan demikian hubungan antara nilai dengan norma bisa dinyatakan bahwa nilai itu merupakan sumber dari suatu norma. Norma ini merupakan aturan atau standar penuntun tingkah laku agar harapan-harapan itu bisa menjadi kanyataan. Agar lebih jelas bisa dicontohkan bahwa kejujuran merupakan suatu nilai dan larangan menipu merupakan suatu norma. Demikian halnya dengan kebersihan yang merupakan suatu nilai dan larangan membuang sampah di sembarang tempat merupakan suatu norma. 



Nama: Muhamad Rafi Ferdiansyah 
NPM : 53419914 
Kelas : 1IA06 

Sumber: 

Komentar